Sabtu, 21 Juni 2014

Senin, 16 Juni 2014

KENIK AL-JABAR

NURSAP                                                                                       Nursap72.blogspot.com
11215104315
                     
                                

Minggu, 13 April 2014

Meningkatkan Pemahaman Konsep Bilangan Bulat Melalui Kartu Bertanda Positif dan Negatif


Langkah-Langkah Menggunakan Kartu Bertanda Positif Dan Negatif 
  1. Siapkan potongan – potongan kertas asturo untuk dibuat kartu-kartu dengan ukuran yang disesuaikan yang terdiri dari 2 warna, biru dan merah. Kartu biru untuk menunjukkan bilangan positif sedangkan kartu merah untuk menunjukkan bilangan bulat negative.

    Kartu bilangan bulat positif negatif
     
  2. Cara penggunaanya
    Dijelaskan dahulu , bahwa untuk sebuah kartu yang biru (positif) dipasangkan dengan kartu yang merah (negative) maka hasilnya adalah  0 (nol).
    Contoh (1) untuk  Soal  :       5 + (-2)  =
Caranya ambil 5 buah kartu biru dan dua buah kartu merah, pasangkan masing- masing satu kartu biru dengan satu kartu merah,  hasilnya kartu yang tidak mempunyai pasangan yaitu kartu biru sebanyak  3 buah, berarti jawabannya  3 positif
Jadi   5  +  (-2)  =  3
Ilustrasi penggunaan kartu pada soal (1)

Ilustrasi penggunaan kartu positif negatif

Contoh  (2) untuk soal:    5 -  (-3) =
Caranya ambil 5 buah kartu biru, karena mau dikurang -3 belum ada kartu merah,  ambil 3 pasang kartu (3 kartu biru dan 3 kartu merah) yang nilainya tetap nol karena berpasangan, karena pengurangan berarti ambil ke 3 buah kartu merah (-3) yang sudah bergabung tadi, sehingga hasilnya bersisa kartu biru ada 8 buah, maka  jawabannya 8 positif.

Jawaban contoh soal 2
Karena dikurang ambil 3 kartu merah sehingga bersisa  8  kartu  biru,
Jawaban contoh 2 - kartu biru

Jadi     5  -  (-3)  =  8  atau   5  -  (-3)  =  5  +  3  =  8

Dari contoh-contoh soal yang diberikan oleh guru, siswa diberikan soal-soal latihan sederhana yang dikerjakan dengan kelompoknya, kemudian perwakilan dari kelompok mempresentasikannya dan kelompok yang lain menanggapi.
Ternyata dengan cara menggunakan kartu positif dan negatif, pada operasi bilangan bulat akan lebih mudah untuk dipahami karena menggunakan metode yang sederhana dan berkaitan dengan alat peraga yang bisa siswa anggap seperti dalam bermain, sehingga akan lebih mudah untuk dipelajari

PEMBUKTIAN RUMUS PYTHAGORAS


.

Sebuah pembuktian yang sederhana dengan menggunakan persegi dan di dalamnya terdapat segitiga yang membangun persegi yang besar tersebut.
Kita membuat sebuah persegi yang di dalamnya terdapat 4 buah segitiga dan sebuah persegi. Keempat buah segitiga adalah sama kongruen dan sama besarnya. Sisi-sisi segitiga adalah a, b, dan c, sedangkan sisi persegi kecil adalah c. Panjang sisi persegi besar adalah a+b.

 









Dari persegi di atas kita bisa menurunkan rumus pythagoras :


 



Jumat, 21 Mei 2010

SENI TARI

Tari adalah keindahan ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan berbentuk gerak tubuh yang diperhalus melalui estetika.

Beberapa pakar tari melalui simulasi di bawah ini beberapa tokoh yang mendalami tari menyatakan sebagai berikut.

Haukin menyatakan bahwa tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diubah oleh imajinasi dan diberi bentuk melalui media gerak sehingga menjadi bentuk gerak yang simbolis dan sebagai ungkapan si pencipta (Haukins: 1990, 2). Secara tidak langsung di sini Haukin memberikan penekanan bahwa tari ekspresi jiwa menjadi sesuatu yang dilahirkan melalui media ungkap yang disamarkan.

Di sisi lain ditambahkan oleh La Mery bahwa ekspresi yang berbentuk simbolis dalam wujud yang lebih tinggi harus diinternalisasikan.

Untuk menjadi bentuk yang nyata maka Suryo mengedepankan tentang tari dalam ekspresi subyektif yang diberi bentuk obyektif (Meri:1987, 12). Dalam upaya merefleksikan tari kedua tokoh sejalan.

Kesejalanan yang dikembangkan berhubungan dengan konsep tari masih banyak diperdebatkan. Hal ini terbukti masih belum komplitnya pemahaman tari itu sendiri yang berkembang di masyarakat. Laju pertumbuhan tari memberi corak budaya yang lebih variatif, dinamis, dan sangat beragam intensitas pendalamannya. Oleh sebab itu dalam beberapa tahun ke depan tari menjadi semakin memiliki aura yang diharapkan digali terus menerus.

Dalam perkembangan berikut, tari disampaikan oleh Soedarsono bahwa tari merupakan ekspresi jiwa manusia yang diubah melalui gerak ritmis yang indah. Sejalan dengan pendapat kedua tokoh terdahulu dalam buku ini, pada prinsipnya masalah ekspresi jiwa masih menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar. Pernyataaan yang mendasar tentang ekspresi jiwa manusia menjadi salah satu kunci tari menjadi bagian kehidupan yang mungkin hingga waktu mendatang selalu menjadi tumpuhan perkembangannya.

Dalam konteks yang masih sama Soeryodiningrat memberi warna khasanah tari bahwa beliau lebih menekankan kepada gerak tubuh yang berirama. Hal ini seperti terpetik bahwa tari adalah gerak anggota tubuh yang selaras dengan bunyi musik atau gamelan diatur oleh irama sesuai dengan maksud tujuan tari (Soeryodiningrat: 1986, 21). Lebih jauh lagi ditambahkan CurtSach bahwa tari merupakan gerak yang ritmis (CurtSach: 1978, 4).

Tari sering kita lihat dalam berbagai acara baik melalui media televisi (TV), maupun berbagai kegiatan lain seperti pada acara khusus berupa pergelaran tari, paket acara tontonan yang diselenggarakan misalnya oleh Taman Mini Indonesia Indah (TMII), paket acara yang digelar oleh Pasar Seni Ancol, dan acara tontonan dalam kegaiatan kenegaraan maupun acara-acara yang berkaitan dengan keagamaan, perkawinan maupun pesta lain yang berhubungan dengan adat.

Tari merupakan salah satu cabang seni, dimana media ungkap yang digunakan adalah tubuh. Tari mendapat perhatian besar di masyarakat. Tari ibarat bahasa gerak merupakan alat ekspresi manusia sebagai media komunikasi yang universal dan dapat dinikmati oleh siapa saja, pada waktu kapan saja.

Sebagai sarana komunikasi, tari memiliki peranan yang penting dalam kehidupan masyarakat. Pada berbagai acara tari dapat berfungsi menurut kepentingannya. Masyarakat membutuhkan tari bukan saja sebagai kepuasan estetis, melainkan dibutuhkan juga sebagai sarana upacara Agama dan Adat.

Apabila disimak secara khusus, tari membuat seseorang tergerak untu mengikuti irama tari, gerak tari, maupun unjuk kemampuan, dan kemauan kepada umum secara jelas. Tari memberikan penghayatan rasa, empati, simpati, dan kepuasan tersendiri terutama bagi pendukungnya.

Tari pada kenyataan sesungguhnya merupakan penampilan gerak tubuh, oleh karena itu tubuh sebagai media ungkap sangat penting perannya bagi tari. Gerakan tubuh dapat dinkmati sebagai bagian dari komunikasi bahasa tubuh. Dengan itu tubuh berfungsi menjadi bahasa tari untuk memperoleh makna gerak.

Tari merupakan salah satu cabang seni yang mendapat perhatian besar di masyarakat. Ibarat bahasa gerak, hal tersebut menjadi alat ekspresi manusia dalam karya seni. Sebagai sarana atau media komunikasi yang universal, tari menempatkan diri pada posisi yang dapat dinikmati oleh siapa saja dan kapan saja.

Peranan tari sangat penting dalam kehidupan manusia. Berbagai acara yang ada dalam kehidupan manusia memnfaatkan tarian untuk mendukung prosesi acara sesuai kepentingannya. Masyarakat membutuhkannya bukan saja sebagai kepuasan estetis saja, melainkan juga untuk keperluan upacara agama dan adat.

Dalam konteksnya, beberapa unsur gerak tari yang tampak meliputi gerak, ritme, dan bunyi musik, serta unsur pendukung lainnya. John Martin dalam The Modern Dance, menyatakan bahwa, tari adalah gerak sebagai pengalaman yang paling awal kehidupan manusia. Tari menjadi bentuk pengalaman gerak yang paling awal bagi kehidupan manusia.

Media ungkap tari berupa keinginan/hasrat berbentuk refleksi gerak baik secara spontan, ungkapan komunikasi kata-kata, dan gerak-gerak maknawi maupun bahasa tubuh/gestur. Makna yang diungkapkan dapat diterjemahkan penonton melalui denyut atau detak tubuh. Gerakan denyut tubuh memungkinkan penari mengekspresikan perasaan maksud atau tujuan tari.

Elemen utamanya berupa gerakan tubuh yang didukung oleh banyak unsur, menyatu-padu secara performance yang secara langsung dapat ditonton atau dinikmati pementasan di atas pentas. Dengan demikian untuk meperoleh gambaran yang jelas tentang tari secara jelas.

Seperti dikutip oleh M. Jazuli dalam (Soeryobrongto:1987, 12-34) dikemukakan bahwa gerak-gerak anggota tubuh yang selaras dengan bunyi musik adalah tari. Irama musik sebagai pengiring dapat digunakan untuk mengungkapkan maksud dan tujuan yang ingin disampaikan pencipta tari melalui penari (Jazuli, 1994:44).

Pada dasarnya gerak tubuh yang berirama atau beritmeritme memiliki potensi menjadi gerak tari. Salah satu cabang seni tari yang di dalamnya mempelajari gerakan sebagai sumber kajian adalah tari. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia selalu bergerak. Gerak dapat dilakukan dengan berpindah tempat (Locomotive Movement). Sebaliknya, gerakan di tempat disebut gerak di tempat (Stationary Movement).

Hal lain juga disampaikan oleh Hawkins bahwa, tari adalah ekspresi perasaan manusia yang diubah ke dalam imajinasi dalam bentuk media gerak sehingga gerak yang simbolis tersebut sebagai ungkapan si penciptanya (Hawkins, 1990:2). Berdasarkan pendapat tersebut dapat dirangkum bahwa, pengertian tari adalah unsur dasar gerak yang diungkapan atau ekspresi dalam bentuk perasaan sesuai keselarasan irama.

Di sisi lain Sussanne K Langer menyatakan, tari adalah gerak ekspresi manusia yang indah. Gerakan dapat dinikmati melalui rasa ke dalam penghayatan ritme tertentu. Apabila ke dua pendapat di atas digabungkan, maka tari sebagai pernyataan gerak ritmis yang indah mengandung ritme.

Oleh sebab itu, tari lahir merupakan ungkapan hasrat yang secara periodik digerakan sebagai pernyataan komunikasi ide maupun gagasan dari koreografer yang menyusunnya.

Sependapat kedua pakar di atas, Corry Hamstrong menyatakan bahwa, tari merupakan gerak yang diberi bentuk dalam ruang. Pada sisi lain Suryodiningrat seorang ahli tari Jawa dalam buku Babad Lan Mekaring Djoged Djawi menambahkan, tari merupakan gerak dari seluruh anggota tubuh yang selaras dengan irama musik (gamelan) diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud tertentu. Soedarsono menyatakan bahwa, tari sebagai ekspresi jiwa manusia yang diaungkapkan dengan gerak-gerak ritmis yang indah. Dengan demikian pengertian tari secara menyeluruh merupakan gerak tubuh manusia yang indah diiringi musik ritmis yang memiliki maksud tertentu.

Dengan demikian dapat diakumulasi bahwa tari adalah gerak-gerak dari seluruh anggota tubuh yang selaras dengan musik, diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan tertentu dalam tari. Di sisi lain juga dapat diartikan bahwa tari merupakan desakan perasaan manusia di dalam dirinya untuk mencari ungkapan beberapa gerak ritmis.

Tari juga bisa dikatakan sebagai ungkapan ekspresi perasaan manusia yang diubah oleh imajinasi dibentuk media gerak sehingga menjadi wujud gerak simbolis sebagai ungkapan koreografer. Sebagai bentuk latihanlatihan, tari digunakan untuk mengembangkan kepekaan gerak, rasa, dan irama seseorang. Oleh sebab itu, tari dapat memperhalus pekerti manusia yang mempelajarinya.

Jumat, 06 November 2009

Sumpah Pemuda, 28 oktober 1928


Sumpah Pemuda versi orisinal

Pertama
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Sumpah pemuda yang sesuai EYD

Pertama
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kedua
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.


Siapa sich yang tak cinta terhadap sejarah bangsanya ?. So pasti kita semua mencintai sejarah yang dimiliki oleh bangsa kita. Tanggal 28 oktober merupakan hari yang sangat istimewa bagi bangsa ini khususnya para pemuda dan pemudi karena pada tanggal 28 oktober 1928 yang lalu lahirlah sebuah janji dari para pemuda yang bertujuan untuk mempererat persatuan dan kesatuan serta untuk mengusir penjajah dari negeri yang tercinta ini.

Sumpah pemuda lahir dari kongres pemuda II. Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari PPPI, sebuah organisasi pemuda yang beranggotakan pelajar dari seluruh Indonesia. Atas inisiatif PPPI, kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat.

Rapat pertama, Sabtu, 27 oktober 1928 di Gedung KJB, Waterlooplein (lapangan banteng). Dalam sambutannya, ketua PPPI Sugondo Djojopuspito berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian Moehammad Yamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.

Rapat kedua, Minggu, 28 oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan.Dalam rapat yang kedua ini ada pendapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.

Pada rapat penutup, di gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106,Sunario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.

Sebelum kongres ditutup diperdengarkan lagu "Indonesia Raya" karya WR Supratman yang dimainkan dengan biola saja tanpa syair, atas saran Sugondo kepada Supratman. Lagu tersebut disambut dengan sangat meriah oleh peserta kongres. Kongres ditutup dengan mengumumkan rumusan hasil kongres. Oleh para pemuda yang hadir, rumusan itu diucapkan sebagai Sumpah Setia.

Jumat, 23 Oktober 2009

SELAMAT UNTUK KUANSINGKU

NAMA :NURSAP
KELAS : XI IPA 2
GMP : RONALDO ROZALINO,S.Sn

Selamat lagi saya ucapkan buat kabupaten Kuantan Singingi, yang telah menorehkan sebuah kebanggaan for Us. Di ulang tahunnya yang ke-10 ini, kabupaten Kuantan Singingi mendapat penghargaan dari Menteri Kehutanan RI, M.S Kaban. Kabupaten Kuantan Singingi mendapat penghargaan kategori kabupaten peduli kehutanan lomba penghijauan dan konservasi alam tingkat nasional tahun 2009. Hal ini terbukti bahwa kian hari, Kuansing kian maju. Dan ini semua tak lepas dari jiwa pemimpin Bupati maupun masyarakat Kuansing sendiri.Semoga untuk kedepannya kuantan singingi kembali meraih penghargaan tersebut. But……………jangan sampai puas dengan itu saja,masih banyak penghargaan-penghargaan lain yang bisa kita peroleh.good luck!semoga kuantan singing semakin Berjaya...!!!